Ekspedisi Sisi Lain Malam Surabaya (1)


Edisi galau malam mingguan ini dimulai sejak saya, Muhammad Faizal Lihawa, dan Andhanu Surya Ismail (Triple penanggung jawab Young Engineer Summit 2013) stuck karena capek sehari-hari hidup kita diwarnai dengan rapat konsep YES!. Jadilah kita menghela napas berat dan menimbang-nimbang.

Sudah hampir seminggu sejak Selasa (4/9) saat kita mulai rapat full team Kementerian Hubungan Luar Badan Eksekutif Mahasiswa, kita rapat terus-terusan setiap hari dan begadang melulu. Hiks banget sebenernya, tapi cukup seru dan menambah rasa kekeluargaan kita. Saya, faizal sama andhanu jadi kaya tiga serangkai yang tidak akan terpisahkan. *lebay.

Jam 12.00 siang, Faizal sms saya dan Dhanu buat ikutan dia nemenin Exchange Participant (EP) jalan-jalan. Jadilah saya dan Dhanu yang hari itu jadwal kita cuman rapat YES!, ngikut aja nemenin Faizal. Akhirnya kita berangkat ke Wapo Resto, restoran di depan Universitas Airlangga (Unair) kampus B. Nunggu Faizal lamaa banget, sampe jam tiga-an dia baru datang bersama Kate, EP dari Polandia.

Jadilah kita langsung capcus ke House of Sampoerna. Lupa-lupa ingat jalan kesana gimana, kita nyasar berjamaah. Tapi akhirnya bisa sampai juga disana, dan ketemu anak AIESEC dan EP yang lain. Ternyata kita udah telat, disana cuma ngobrol sebentar sudah pergi lagi ke warung lontong balap buat makan. Pulang dari situ, para AIESEC sama EP berangkat ke tugu pahlawan.

Sementara kita berniat langsung ke Tunjungan Plaza aja buat rapat konsep YES! Soalnya deadline kita udah super duper mepet bangett, Senin (10/9). Hari ini sabtu (8/9), sementara besok kita harus ngurusin kepanitiaan Halal Bihalal Alumni 2012.

Segalanya terasa berat buat kita. Setiap hari begadang mamen. Haha. Jalan-jalan di TP, kita menyusuri keramaian malam minggu bareng-bareng. Mulai dari cari tempat buat rapat. Pilihan terbaik: KFC, McD, Jco, dan sebangsanya. Tapi tak kita pilih sama sekali opsi yang ada itu. kita udah bosen banget sama McD. >.<

Hanya muter2 tak jelas hingga maghrib menjelang. Akhirnya kita memutuskan buat sholat maghrib dulu. Perjalanan mau sholat ke mushola lantai 7 TP, kita menemukan sesuatu di lantai 6. Ada rumah hantu! Simpang Hospital.

Tak pelak, Faizal dan Dhanu semangatnya minta ampun buat masuk ke venue itu. Gara-gara saya ketakutan. Sial sekali cewek sendiri.. Akhirnya kita masuk kesana dan lihat-lihat. Sumpah, kayanya menyeramkan banget. Konon, rumah sakit Simpang adalah rumah sakit yang paling menyeramkan di surabaya. Tempat aslinya di daerah Delta plaza, World Trade Center, dan Surabaya Plaza Hotel. Dulunya, itu adalah triple helix perhantuan Simpang Hospital.

Dan saat ini di TP ada wahana rumah hantu yang terinspirasi dari ketenaran Simpang Hospital. Kata teman yang sudah kesana, hantu di wahana itu berbeda dengan wahana rumah hantu biasanya. Yang biasanya hanya patung atau robot yang bergerak-gerak, disana aseli orang. Dan dia bisa bergerak kesana kemari mendekat ke pengunjungnya agar ketakutan. Gimana nggak ekstrim coba?



Denger cerita saya itu, Dhanu sama Faizal justru semakin bersemangat buat beli tiket dan masuk ke wahana itu. sial banget saya. Saya bukannya takut banget, enggak. Saya nggak mau masuk karena saya satu-satunya cewek diantara kita bertiga. Nggak enak, karena kalo saya ketakutan nanti ga bisa pegangan sama siapa-siapa. Nggak nyaman. Kalo saya ada temennya cewek, saya mau bangets. Haha :D

Tiket box belum dibuka-buka, lumayan lama kita nunggu sambil lihat2 furniture di informa sama ke toko baju, Sogo. Dhanu lagi hunting meja dan kursi buat belajar, akhirnya kita temenin dia kesana. Jlab! Tiba-tiba Faizal menghilang tak berbekas. Entah kemana dia. Akhirnya saya sama dhanu jalan berdua kaya pengantin baru yang baru bangun rumah baru dan cari perabotan.

Setelah lama jalan-jalan, akhirnya waktu memaksa kita untuk sms faizal. Ternyata dia ada di lantai bawah, entah ngapain. Saya sama dhanu beli camilan dulu baru ke tempat faizal. Dia berdiri disamping balkon, dan saya mengagetkannya dari belakang. Untung dia kagetnya nggak allay sampe jatuh. Bisa mampus aja saya kalo iya.

Saat itu, akhirnya kita memutuskan buat rapat di Magnet Zone deket SMA komplek. Ternyata kita justru terdampar di A&W gara-gara Magnet Zone tutup. It's okay.

rapat-rapat-rapat.

Finish sekitar jam 11 malam. Tiba-tiba di parkiran motor saat mau pulang, dhanu bercerita tentang rumah hantu darmo, yang ada di perumahan darmo satelit, alias perumahan elite di daerah dekat bukit golf surabaya. Ia pernah pergi kesana bersama satu temannya yang bisa 'melihat' hantu pada jam 2 pagi.

Tidak sampai masuk ke rumah hantu, ia hanya berhenti di pintu depan tangga saja. Lantaran temannya itu mengajaknya pulang. Teman dhanu bilang, hantu itu banyak berada disana ketika jam 11 malam. Jam 2 malam, saat mereka kesana, hantu tidak banyak. Kata orang, yang banyak disana pocong. (mitos). Saya dan Faizal penasaran. Cuap-cuap, alhasil kita sepakat pergi ke rumah hantu darmo, tapi nggak masuk ke rumahnya. Oke.

Kita berangkat kesana. Di perjalanan dari A&W di dekat grand city menuju ke perumahan darmo, kita melewati jalan di depan delta plaza. Saya dan dhanu menengok lama ke arah jalanan berpaving disamping sungai sebelum jembatan yang ada di dekat delta plaza. 

"Tempat 'itu' ramai, dan ini malam minggu," batinku.

Ternyata dhanu juga memikirkan hal yang sama. Akhirnya kita memaksa Faizal mengikuti kita menuju jalan itu. Oiya, beberapa hari yang lalu, saat saya dan dhanu masih lembur mengerjakan poposal YES! sampai jam 2 pagi di McD Delta Plaza, Dhanu berkisah tentang sesuatu.

Di jalanan dekat sungai itu, adalah tempat orang-orang gay berpacaran. Malam itu kita banyak membahas tentang orang gay, lesbian, dan sebangsanya. Antara takut, dan tertarik, akhirnya saya dan dhanu lewat jalan itu. Sepi. Ternyata malam itu sudah terlalu larut untuk mereka nongkrong disitu. "Sudah pindah ke kamar tidur kali," gurau Dhanu.

Dan saat kita bertiga bersama Faizal, segeralah adrenalin memuncak. Rasa ingin tahu saya membuncah. Mengalahkan ketakutan akan fakta bahwa, jika saya lewat sana, saya adalah satu-satunya perempuan. Dan semua laki-laki itu prosentase mesumnya ada, meskipun gay. Seharusnya saya yang takut setengah mati, kan? Tapi malam itu, justru saya yang bersemangat. Dan Faizal takut sampai berhenti dan tidak ingin mengikuti kita.

Saya dan Dhanu memang sengaja tidak memberitaku Faizal tempat apa yang kita datangi. Ia pun heran dan berpikir, kalau tentang hantu, pastilah saya tidak se-semangat itu. Pastilah saya yang cewek sendiri ini takut. Tapi, kenapa tidak? Haha

Akhirnya ia berani ikut, lantaran dipaksa. Formasinya harus seperti ini: Dhanu di depan, aku di tengah, dan faizal di belakang. Oiya, lupa, kita tadi bawa motor semuanya.. Jadi gabisa ditinggal.

Keluar dari sana, kita bergidik jijik. Cowok-cowok pelukan, deket2an, dan sebangsanya. Oh god, yang cewek sama cowok kaya gitu aja aku jijik. Apalagi itu cowok sama cowok. Sampai Faizal mengumpat berkali-kali. Anj*r.

Wahana nyata tentang sisi lain pertama, sudah terlewati. Memasuki wahana kedua, kita nyasar sampai daerah unesa lidah wetan. Sial sekali. Karena kita bertiga tidak tahu jalan.. Dan Faizal yang merupakan satu-satunya orang asli surabaya diantara kita bertiga pun tidak bisa diandalkan. Alhasil, kita putar lewat belakang perumahan, yaitu unesa.

Dalam perjalanan itu, saya sangat deg-deg-an. Takut, kalut, entah apa. Membayangkan akan pergi ke rumah hantu yang bener2 banyak hantu aseli. Apalagi, di jalan itu kita memakan waktu cukup lama.. Dan menyeramkan lantaran jalannya jelek dan super gelap. Untung saja formasinya sama: Dhanu di samping kiri, Saya di tengah, dan Faizal di samping kanan. Pokoknya mereka berdua harus jadi bodyguard. Saya takut, dan ini tengah malam.

Yang lucu adalah ketika kita bertiga kesasar di dalam perumahan. Lebih dari tiga kali kita kesasar. Dan bertanya kepada siapapun yang kita temukan di pinggir jalan. Yang paling aneh dan nggak enak adalah ketika bertanya:

"Pak, rumah hantu, dimana ya tempatnya?"

Aneh banget rasanya, tanya rumah hantu dimana. Saya jadi cekikikan sendiri. Pertama, tanya tukang baksa, trus satpam, trus tukang sate, dan siapa ya? aku lupa. Yang jelas berkali-kali. -__- Tapi Alhamdulillah kita bisa sampai ke rumah hantu darmo.

Rumah hantu darmo saat siang


Melihat rumah super besar bekas terbakar, saya hampir bisa dikatakan tidak takut sama sekali. Saya biasa saja, dan tidak merasakan ketakutan yang signifikan. Tapi rumah itu benar-benar sangat besar bagaikan istana. Yang membuat saya tertarik justru banyak kerumunan orang di depan rumah itu. Saya tidak bisa tinggal diam, insting jurnalis yang melekat erat di dalam saya membuat saya mendekati kerumunan orang yang nongkrong di depan jalanan rumah hantu itu.

Dhanu dan Faizal tidak berkutik. Mereka memarkir motor di pinggir jalan, dan diam. Sementara aku super hiperaktif mendekati kerumunan itu. Semuanya cowok, dan hanya ada satu cewek di kerumunan itu. Jadilah aku berniat menyapa mbak itu.
"Mbak, ngapain kok malem-malem nongkrong disini?" tanya saya berusaha biasa saja dan sok akrab.
"Nggak ngapa-ngapain, njaga rumah aja,"
WHAT?! Emangnya mbak ini hantu ya? batin saya shock.
Saya tergelak. Hawa dingin seolah berseliweran di sekitar saya. Sial sekali, saya justru takut dengan obrolan ini ketimbang dengan hantunya. (soalnya ga bisa lihat) Segeralah meluncur sholawat dan dzikir dari dalam hati. memohon perlindungan dari Allah SWT.

Ternyata dari sapaan pertama saya tadi muncullah obrolan yang hangat dari mereka. Hingga membuat kami tertawa bersama. Mereka mengingatkan saya agar biasa saja, tidak lari saat ada polisi yang merazia. Saya heran juga sih, kenapa polisi itu harus merazia? :O Ternyata karena banyak pasangan muda yang berbuat mesum dan kerap juga terjadi kemalingan di sekitar sana.

Dhanu dan Faizal penasaran, kok sampe aku tiba-tiba akrab alias sok akrab sama kerumunan penyamun itu. Akhirnya mereka mendekati saya.Tiba-tiba saja, saya merasa tidak takut untuk mendekati rumah itu. Salah seorang penyamun itu ada yang bergurau tentang saya: "Sampean punya indra yang kuat kan? Nggak usah takut," tukasnya.

Dhanu pun mengajak saya masuk, dan bilang bahwa kita akan berhenti dan kembali di dekat tangga depan pintu masuk rumah itu. Oke, saya setuju jika seperti itu. Kita masuk ke halaman rumah, lalu masuk dari depan. Ternyata Dhanu tidak gentar dan masuk ke dalam, aku takut masuk.. Entah karena apa.

To Be continued..

Mau tahu tentang Rumah Hantu Darmo, check it out..
http://www.youtube.com/watch?v=kJLkwyZPheg
http://www.youtube.com/watch?v=FtZNCgvkZJs

1 Comment:

  1. Btw, itu lontong balap deket House of Sampoerna pasti idenya dari jalan2 anak jutatar waktu itu ya...hihihi

    BalasHapus